Jumat, 25 Februari 2011

Pengertian E-Tailing


E-retailing

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Melihat perkembangan sistem informasi pada saat ini yang sangat pesat, yang diiringi dengan majunya taknologi informasi. Hal ini tidak lepas diantaranya dengan munculnya atau berkembangnya seperangkat software atau hardware, yang ditandai denagn tumbuh pesatnyan komputerisasi, yang sudah menyentuh beberapa aspek kehidupan diantaranya peran teknologi informasi atau sistem informasiterhadap suatu perusahaan atau usaha tertentu dan bahkan pada suatu masyarakat tertentu sistem informasi itu sudah menjadi kebutuhan pokok. Termasuk diantaranya sistem informasi penjualan pada suatu perusahaan atau E-Retailing sangat perlu untuk segera menyesuaikan tuntutan pada era yang ada agar tidak tertinggal sehingga pada akhirnya akan mampu untuk bersaing dan berkmbang sebagaimana mestinya.
E-Retailing adalah kegiatan retail yang dilakukan secara online melalui internet. Setiap perusahaan berusaha untuk selalu mendapatkan informasi yang mendukung kegiatan perusahaan agar dapat berkembang dan bersaing dalam menghadapi pihak yang ditujukan untuk memberi pelayanan terbaik melalui situs web secara online.
1.2. Rumusan Masalah
Dalam pembuatan makalah ini, disertakan tujuannya yang berfungsi untuk memperjelas arah penulisan makalah yaitu untuk mempermudah mahasiswa memahami apa yang dimaksud dengan E-tailing.
Bersasarkan latar belakang permasalahan diatas maka penulis merumuskan masalah bagaimana konsep dasar E-Retailing/E-tailing.
1.3. Tujuan Penulisan
1.3.1 Pembelajaran dalam pembuatan skripsi.
1.3.2 Memenuhi tugas matakuliah Konsep E-bisnis.
1.4. Manfaat
1.4.1 Bagi Penulis
Menambah dan memperoleh pengetahuan tentang e-retaildalam e-commerce sebagai suatu media informasi pembelian barang secara online melalui internet.
1.4.2 Bagi Pembaca
Memberikan wawasan tentang kegiatan perdagangan baik barang maupun jasa dengan cara lain yakni dengan media internet.
BAB II
LANDASAN TEORI
2. 1. Komsep Dasar Retail
2.1.1. Definisi Retail
Retail adalah pengecer. Pengecer berperan sebagai perantara yang berharga dengan menditribusikan produk langsung kepada pelanggan.
2.1.2. Karakteristik Retail
Kebanyakan pengecer dapat diuraikan dengan karakteristik berikut :
a. Jumlah Toko
Toko pengecer independen hanya memiliki satu toko, sedangkan rantai usaha memiliki lebih dari satu toko. Meskipun toko pengecer independen ini lebih banyak jika dibandingkan toko rantai usaha, toko rantai usaha biasanya lebih besar dari rata-rata. Toko rantai usaha sering memiliki reputasi diseluruh negara, yang biasanya memberikan kredibilitas ini adalah keunggulan utamanya melebihi toko pengecer independen.
b. Kualitas Pelayanan
Toko pengecer dengan jasa penuh biasanya menawarkan banyak bantuan penjualan untuk pelanggan dan memberikan pelayanan yang dibutuhkan. Beberapa produk akan lebih tepat untuk jasa penuh dibanding dengan produk lain.
c. Variasi Produk Yang Ditawarkan
Toko pengecer barang-barang spesial menspesialisasikan jenis produk tertentu, seperti peralatan olahraga, meubel, atau suku cadang kendaraan.
d. Toko Melawan Bukan Toko
Meskipun kebanyakan pengecer menggunakan toko untuk menawarkan jasa mereka, namun banyak juga yang tidak menggunakan toko. Tiga jenis pengecer bukan toko yang umum adalah pengecer e-mail older, situs, dan vending machines.
2.2. Konsep Dasar E-Retailing
2.2.1. Definisi E-Retail
E-retail adalah kegiatan retail yang dilakukan secara online melalui internet.
2.2.2. Karakteristik Bisnis E-Retil / E-Tailing
a. B2C.
b. Dijalankan dengan format digital atau online.
c. Mengupayakan good will untuk menarik konsumen.
d. Memberikan garansi pelayanan.
e. Menyediakan barang atau jasa dengan harga yang relatif murah atau terjangkau.
f. Menyediakan pembayaran secara kredit.
g. Menjual barang dengan spesifikasi standart.
h. Memahami masalah pengepakan.
2.3. E-Retailer
2.3.1. Definisi E-Retailer
E-retailer adalah pihak yang melakukan kegiatan retail melalui internet. E-retailer berperan penting dalam kegiatan e-retail. Mereka merupakan jasa layanan retail dan juga pengguna jasa retail.
2.4. E-Commerce
2.4.1. Definisi E-Commerce
E-commerce adalah proses penjualan secara elektronis melalui dunia maya.
2.4.2. Komponen Dalam E-Commerce
a. Pemesan.
b. Penjual.
c. Bank.
d. Media àElektronikàInternet.
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1 Pengertian
3.1.1 Retail
Retail merupakan pengecer yang berperan sebagai perantara yang berharga dengan mendistribusikan produk langsung kepada pelanggan.
3.1.2 E Retailing
E Retailing adalah kegiatan retail atau menawarkan barang yang dilakukan dengan cara membuat situs-situs Retailing di internet.
3.1.2 E Retailer
E Retailer adalah pihak yang melakukan kegiatan retail dengan menggunakan media internet.
3.2 Karakteristik Bisnis E Tailing
Dalam kegiatan bisnis dengan cara E Retailing terdapat beberapa karakteristik yang membedakannya dengan kegiatan bisnis lain, yaitu :
a. Business to Consumer (B2C).
b. Dijalankan dengan format digital/online.
c. Mengupayakan goodwill untuk menarik konsumen (goodwill => value delivery).
d. Memberikan garansi pelayanan.
e. Menyediakan barang/jasa dengan harga yang relatif murah/terjangkau.
f. Menyediakan pembayaran secara kredit.
g. Menjual barang dengan spesifikasi standar.
h. Memahami masalah pengepakan.
3.3 Model Bisnis E Tailing
Klasifikasi E Tailing dapat didasarkan melalui macam saluran pendistribusiannya :
a. Pemesanan/pengiriman barang/jasa melalui pos.
b. Pemasaran online dari perusahaan manufaktur(komputer) :
1. Pure-play e-tailers : produsen yang melakukan penjualan melalui internet tanpa menggunakan perantara agen fisik(proses, agen, dan produk digital).
2. Click-and-mortar retailers : menggunakan baik proses digital maupun agen fisik.
3.4 Barang-barang yang Biasanya ditawarkan dalam E Tailing
Terdapat banyak sekali macam barang atau jasa yang ditawarkan dengan cara E Retailing yang diantaranya :
a. Travel
Konsumen dapat mengetahui informasi tentang paket-paket perjalanan atau wisata dan dapat memesan tiket langsung secara online.
Contoh : airasia.com
b. Fashion
Konsumen dapat mengetahui trend fashion terbaru dan dapat memesan secara online barang-barang fashion yang diinginkan.
Contoh : www.teenvogue.com
c. Book and Music
Konsumen dapat mencari informasi tentang buku terbitan terbaru dan lagu-lagu baru yang ada. Konsumen dapat secara online memesan buku yang diinginkan melalui toko online yang ada. Konsumen juga bisa mendownload lagu-lagu yang diinginkan baik secara free ataupun premium.
Contoh : www.gramediaonline.com dan beemp3.com
d. Software
Konsumen dapat mengetahui pasar penjualan software yang ada dan melakukan pembelian secara online dan downloading.
Contoh : www.microsoft.com
3.5 Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan E Retailing
Dikarenakan persaingan bisnis yang sangat ketat karena adanya E Retaiing ini maka seorang Retailer perlu memperhatikan beberapa hal berikut :
a. Menyiasati tekanan bisnis.
b. Menganalisa biaya branding.
c. Pembuatan web yang menarik dan interaktif.
d. Mencari relasi yang potensial.
e. Mempersiapkan dana untuk persiapan promosi.
3.6 Keuntungan Adanya E Retailing
Beberapa keuntungan yang dapat kita peroleh dengan adanya E Retailing :
a. Merupakan cara penjualan produk yang efektif dan cepat.
b. Aman secara fisik.
c. Mempunyai nilai Fleksibel.
d. Perluasan pasar.
e. Memperpendek jarak.
3.7 Alasan Retailer tidak Melakukan Penjualan Secara Online
Tidak semua pelaku bisnis menawarkan barang/jasa mereka dengan cara E Retailing. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal sebagai berikut :
a. Produk yang dihasilkan tidak memungkinkan untuk dijual di web.
b. Biaya-biaya yang dikeluarkan terlalu tinggi.
c. Tidak ada peluang atau peluang terlalu kecil untuk melakukan bisnis secara online.
d. Pelaku retail kurang memahami teknologi informasi.
e. Penjualan produk tidak sevisi dengan bisnis inti.
3.8 E Grosir
Grosir yang menerima pemesanan secara online akan segera mengirimkan pesanan dalam waktu satu hari atau dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Pengiriman barang biasanya dilakukan setelah order diterima. Tergantung barang yang akan dibeli digital atau konvensional. Jika barang yang dipesan merupakan barang fisik maka di perlukan jasa pos atau kurir untuk mengirimkannya kepada pemesan. Namun jika barang yang dipesan/dibeli merupakan barang abstrak(misal : software) maka dapat dikirim langsung secara online atau demi menjaga keamanan juga dapat dikirim dengan jasa kurir.
3.9 Pengelolaan Pariwisata Secara Online
Dengan munculnya internet maka sektor pariwisatapun terkena dampaknya. Banyak sekali sekarang para pengusaha di bidang pariwisata menawarkan paket-paket wisata mereka dengan cara E Retailing.
a. Pelayanan spesial pariwisata dapat berupa :
1. Pelayanan online.
2. Direct Marketing.
3. Alliances and Consortia.
b. Dampaknya :
1. Agen pariwisata fisik yang semakin berkurang seiring penggunaan internet sebagai agen digital.
2. Memacu dan memajukan sektor wisata, karena adanya pihak ketiga yang dapat membantu membandingkan range antara harga dengan jasa tambahan kepada konsumer.
3.10 Pasar Kerja Online
Dunia kerja pun sekarang lebih semarak dengan adanya E Retailing. Para pencari kerja dimanjakan dengan kemudahan untuk mencari infomasi dunia kerja secara update sehingga peluang mendapatkan pekerjaan semakin besar.
a. Komponen Pasar Kerja Online :
Job Seekers(pencari kerja).
Employers(para buruh).
Job Agencies.(para Agen-agen Pekerjaan).
Government Agencies and Institutions(Institusi dan Agen Pemerintah).
b. Alasan Pembatasan Pasar Kerja Online :
1. Jarak antara pemberi kerja dengan pencari kerja. Pemberi kerja tidak mengenali skill pencari kerja dengan baik dan akses internet yang terbatas berkaitan dengan Electronic Job Market.
2. Tidak dibacanya aplikasi yang masuk sebagai screening pencari kerja. Karena pencari kerja mudah dalam mendaftar/melamar pekerjaan dengan sistem online.
3. Biaya yang besar dalam merekrut pekerja dan menyalurkan tenaga kerja ke dalam perusahaan.
4. Keamanan dan privasi data pencari kerja yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak semestinya.
3.11 Real Estate Online
Bisnis online mulai berdampak pada bisnis real estate yang mulai menampakkan trend positif. Dilihat dari banyaknya web real estate yang menawarkan bisnis properti(tanah, bangunan, gudang, dsb).
Aplikasi dari Bisnis Real Estate Online :
a. Memberikan saran dan masukkan bagi konsumen dalam melakukan pembelian atau penjualan properti.
b. Memberikan pilihan-pilihan kepada konsumen dalam bentuk daftar katalog.
c. Menhubungkan konsumen dengan perusahaan real estate bonafit di kota-kota besar.
d. Memberikan pilihan lokasi/tempat strategis kepada konsumen dalam memilih tempat yang diinginkan.
e. Memberikan informasi-informasi properti termasuk harga jual, harga beli, harga sewa sebuah properti.
3.12 E Banking
E Banking adalah kegiatan transaksi perbankan yang dilakukan secara online dengan menggunakan media internet. Beberapa retailer dapat melakukan transaksi pembayaran antar negara, melalui credit card yang dikelola oleh bank internasional, meski pembayaran berbeda nilai dan mata uang.
Pelayanan Perbankan online :
a. Pembayaran atas tagihan-tagihan pelanggan. Misal : pembayaran rekening listrik, telepon, dsb.
b. Pembayaran aneka pajak.
c. Transfer uang antar bank.
d. Transaksi perbankan online antar pelaku E Banking.
e. Informasi nilai kurs, suku bunga, atau harga saham.
f. Pengisian voucher pulsa GSM atau CDMA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar